Catat, Nomor Hotline Pengaduan PPDB 2020 di Jabar!

BANDUNG, DISDIK JABAR – Guna memberikan pelayanan optimal bagi calon peserta didik dan orang tua dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA, SMK, dan SLB Jawa Barat (Jabar) Tahun 2020, Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat membuka hotline layanan pengaduan dan informasi mengenai PPDB 2020 di setiap Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan. 

Kadisdik Jabar, Dewi Sartika mengatakan, pembukaan hotline ini untuk memudahkan interaksi dengan masyarakat apabila ada kendala yang dihadapi pada PPDB 2020. Mulai dari pembagian akun, verifikasi data akun hingga proses pengumuman, masyarakat bisa mengadu melalui hotline tersebut. 

“Disdik Jabar melalui Kantor Cabang Dinas Pendidikan berkomitmen memberikan pelayanan bagi masyarakat,” tegas Kadisdik di Kantor Disdik Jabar, Jln. Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Kamis (28/5/2020). 

Secara teknis, tambah Kadisdik, setelah mendapatkan pengaduan, hotline KCD akan langsung menindaklanjuti pengaduan kepada penanggung jawab di kabupaten/kota. “Jadi, meski setiap satu KCD hanya ada satu hotline, tapi tiap kabupaten/kota di wilayah tersebut memiliki penanggung jawab sehingga pelayanan akan merata,” jelasnya. 

Sedangkan informasi mengenai PPDB 2020, calon peserta didik dan orang tua bisa mengakses melalui media sosial dan web resmi Disdik Jabar, web resmi PPDB Disdik Jabar serta media sosial KCD wilayah.

Berikut nomor hotline pengaduan PPDB di seluruh KCD: 

  • Wilayah I: Kab. Bogor  (IG: cadisdikwil1)  Ridwan Mujani, S.Pd., M.Pd. (Kasi Pengawasan/0821 2106 9911)
  • Wilayah II: Kota Bogor, Kota Depok (IG: cadisdikwil2) Budhiman, S.Pd., M.Pd. (Kasubag Tata Usaha/0813 2294 0008)
  • Wilayah III: Kota Bekasi, Kab. Bekasi (IG: cadisdik3) H. Awan Suparwana, S.Pd., M.M.Pd. (Kasi Pengawasan/0818 6299 19)
  • Wilayah IV: Kab. Karawang, Kab. Subang, Kab. Purwakarta (IG: cadisdikwil4) Hj. Wiwin Widiawati, S.H., M.M. (Kasi Pengawasan/0813 2163 3722)
  • Wilayah V: Kab. Sukabumi, Kota Sukabumi (IG: cadisdik5) Nurdin, S.Pd., M.Si. (Kasi Pengawasan/0812 9595 1110)
  • Wilayah VI: Kab. Cianjur, Kab. Bandung Barat (IG: cadisdikwil_6) Tapip Wahyu Nugraha, S.Pd. (Kasubag Tata Usaha/0821 1964 7206)
  • Wilayah VII: Kota Bandung, Kota Cimahi (IG: cadisdik7) Jajat Sudrajat, S.Pd., M.Pd. (Kasubag Tata Usaha/0853 2147 2086)
  • Wilayah VIII: Kab. Bandung, Kab. Sumedang (IG: cadisdik_wil_8) Iwan Chrisnawan, S.Pd. (Kasi Pengawasan/0821 1286 5099)
  • Wilayah IX: Kab. Indramayu, Kab. Majalengka (IG: cadisdik_wil_9) Pardomuan Pakpahan, S.Pd., M.Pd. (Kasi Pengawasan/0812 2296 1314)
  • Wilayah X: Kota Cirebon, Kab. Cirebon, Kab. Kuningan (IG: cadisdikwilx) Eang Umar, S.Sos., M.M. (Kasi Pelayanan/0823 1511 1159)
  • Wilayah XI: Kab. Garut (IG: kcd_wilayah_11) Yayat Supriatna (0821 1947 2811)
  • Wilayah XII: Kota Tasikmalaya, Kab. Tasikmalaya (IG: kcd12.disdikjabar) Endang Sutisna, A. Md. (0852 2382 3131)
  • Wilayah XIII: Kab. Ciamis, Kota Banjar, Kab. Pangandaran (IG: cadisdikwil13) Rd. Arso Budi, S.Si., M.Si. (Kasubag Tata Usaha/0858 6026 3092)

Cegah Penyebaran Covid-19, Kemendikbud Dorong Pemda Terapkan PPDB 2020 Secara Daring

Jakarta, Kemendikbud — Sebanyak 10,9 juta calon peserta didik Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diproyeksikan akan mengikuti program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020.  Dalam masa darurat penyebaran pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan PPDB tahun 2020 akan dilaksanakan secara dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).

Untuk mekanismenya, Pemerintah Daerah dan sekolah dapat merujuk pada Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020, tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. “PPDB tetap dilakukan tetapi kita dorong secara daring. Kalau tidak bisa secara daring, maka bisa secara kehadiran,” jelas Staf Ahli Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan Chatarina Muliana Girsang, pada acara Bincang Sore secara daring, di Jakarta, Kamis (28/05/2020).

Selain itu, bagi sekolah yang melaksanaan PPDB secara luring, Kemendikbud mewajibkan sekolah untuk memberikan pengumuman agar peserta yang mendaftar mengikuti protokol kesehatan salah satunya para calon peserta didik wajib menggunakan masker. “Tetapi protokol kesehatan itu harus dilaksanakan dengan ketat harus pakai masker, harus ada tempat cuci tangan, pembersih tangan (hand sanitizer), disinfektan dan seterusnya. Kemudian jaga jarak itu harus dilakukan,” tambah Chatarina.

Dalam SE Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020, disebutkan juga bahwa PPDB pada Jalur Prestasi dapat dilaksanakan berdasarkan akumulasi nilai rapor yang ditentukan berdasarkan rata-rata akumulasi nilai lima semester terakhir; nilai ujian kelulusan daring, dan/atau nilai prestasi akademik atau non akademik.

Terkait pelaksanaan PPDB secara daring, Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Hamid Muhammad mengatakan bahwa melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud menyediakan bantuan teknis bagi daerah dan sekolah yang memerlukan bantuan teknis mekanisme PPDB secara daring. “Layanan bantuan teknis PPDB yang disediakan oleh Pusdatin Kemendikbud meliputi layanan data dan layanan aplikasi,” terangnya.

Untuk layanan data, Pusdatin menyediakan data awal PPDB berupa data peserta didik pada pendidikan anak usia dini, kelas 6 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, kelas 9 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah, dan peserta didik Sekolah Luar Biasa (SLB) sesuai wilayah kabupaten/kota atau provinsi yang bersumber dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud dan Education Management Information System Kementerian Agama.

Pemberian data awal tersebut dilaksanakan melalui tiga layanan antara lain jaringan Backbone bagi kabupaten/kota atau provinsi yang sudah memiliki MoU; Protocol API/web service (layanan unggah data) bagi kabupaten/kota atau provinsi yang memiliki sistem PPDB daring; serta unduh data awal peserta didik tingkat akhir bagi kabupaten/kota atau provinsi yang tidak memiliki Backbone atau Protocol API/web service.

Sedangkan untuk layanan aplikasi, Pusdatin menyediakan layanan aplikasi PPDB daring diberikan bagi daerah yang belum memiliki sistem PPDB daring serta hanya dapat diberikan untuk pelaksanaan PPDB pada sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Tim Pusdatin Kemendikbud akan melakukan pendampingan secara daring kepada pemerintah daerah apabila terjadi kendala dalam penggunaan layanan aplikasi PPDB daring.  

Untuk informasi bantuan teknis layanan PPDB daring, pemerintah daerah dan sekolah dapat mengakses laman https://ppdb.kemdikbud.go.id.

Sampai dengan tanggal 28 Mei 2020, kata Hamid, terdapat delapan dinas pendidikan provinsi yang telah menerbitkan petunjuk teknis PPDB 2020 SMA/SMK sesuai dengan Peraturan Mendikbud Nomor 44 Tahun 2019, yakni Aceh, Gorontalo, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sumatera Selatan, Sumatera Utara.

Sedangkan untuk PPDB tingkat SD, terdapat 24 dinas pendidikan kabupaten/kota yang telah menerbitkan petunjuk teknis antara lain Kab. Pesisir Barat, Kota Bandar Lampung, Kab. Kepulauan Morotai, Kab. Kep Yapen, Kab. Mamuju, Kab. Tojo Una-una, Kota Palu, Kab. Kolaka, Kab. Minahasa Tenggara, Kab. Musi Rawas, Kab. Ogan Komering Ilir, Kab. Serdang Bedagai, Kab. Tangerang, Kab. Mukomuko, Kab. Gunung Kidul, Kab. Gorontalo, Kab. Pahuwato, Kab. Batang, Kab. Sukoharjo, Kab. Gresik, Kab. Banjar, Kab. Murung Raya, Kab. Lingga dan Kab. Lampung Utara.

Untuk PPDB tingkat SMP, terdapat 37 dinas pendidikan kabupaten/kota yang telah menerbitkan petunjuk teknis PPDB 2020 antara lain Kab. Tabanan, Kab. Serang, Kab. Tangerang, Kab. Mukomuko, Kota Cilegon, Kab. Gunungkidul, Kota Yogyakarta, Kab. Bone Bolango, Kab. Gorontalo, Kota Tasikmalaya, Kab. Tasikmalaya, Kab. Batang, Kab. Karanganyar, Kab. Gresik, Kab. Kediri, Kab. Madiun, Kab. Banjar, Kab. Barito Selatan, Kab. Murung Raya, Kab. Bangka Tengah, Kab. Lingga, Kota Bandar lampung, Kab. Kep. Morotai, Kab. Sumbwa Barat, Kab. Manggarai, Kota Jayapura, Kab. Indragiri Ilir, Kab. Rokan Hulu, Kota Palu, Kab. Kolaka, Kab. Minahasa Tenggara, Kab. Agam, kab. Musi Rawas, Kab. OKU, Kab. Aasahan dan Kab. Deli Serdang.

“Saat ini, berdasarkan hasil rapat koordinasi monitoring PPDB  untuk tingkat SMA, sebanyak 19 provinsi akan melaksanakan pendaftaran PPDB secara daring dan luring, 14 provinsi lainnya akan melaksanakan PPDB secara daring. Sedangkan satu provinsi yaitu Provinsi Papua belum melaporkan,” jelas Hamid.

Sedangkan 14 provinsi yang akan melaksanakan PPDB secara daring antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau.

19 provinsi yang melaksanakan PPDB secara daring dan luring antara lain Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Bengkulu, Maluku Utara, Banten,  Gorontalo, Papua Barat, Sulawesi Barat dan Kalimantan Utara.

Jakarta, 28 Mei 2020
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Laman : www.kemdikbud.go.id
Sumber : SIARAN PERS Nomor: 127/sipres/A6/V/2020

Ragam Program Tayangan “Belajar dari Rumah” di TVRI

Jakarta, Kemendikbud — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi meluncurkan program “Belajar dari Rumah” sebagai alternatif belajar di tengah pandemi virus korona (Covid-19). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim ingin memastikan bahwa dalam kondisi darurat seperti sekarang ini masyarakat terus mendapatkan kesempatan untuk melakukan pembelajaran di rumah, salah satunya melalui media televisi.

“Program Belajar dari Rumah merupakan bentuk upaya Kemendikbud membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa darurat Covid-19,” ujar Nadiem Anwar Makarim pada telekonferensi Peluncuran Program Belajar dari Rumah di Jakarta, pada Kamis (9/4/2020).

Selain materi pembelajaran untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga pendidikan menengah, Belajar dari Rumah juga menayangkan materi bimbingan untuk orang tua dan guru. Serta program kebudayaan di akhir pekan, yakni setiap Sabtu dan Minggu.

“Untuk sementara, program ini direncanakan akan dimulai pada Senin, 13 April 2020 dan akan berjalan selama tiga bulan hingga Juli 2020,” jelas Mendikbud.

Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud) Hilmar Farid menjelaskan lebih detail mengenai program Belajar dari Rumah di Televisi Republik Indonesia (TVRI). Jadwal di hari Senin hingga Jumat digunakan untuk pembelajaran dengan total durasi tiga jam per hari untuk semua tayangan.

“Jadi masing-masing ada setengah jam. Setengah jam untuk PAUD, setengah jam untuk kelas 1 sampai kelas 3 SD, setengah jam untuk kelas 4 sampai kelas 6 SD, dan setengah jam masing-masing untuk SMP, SMA, dan parenting,” tutur Hilmar.

Hilmar juga menjelaskan, materi program diambil dari berbagai sumber. Sebagian besar materi sudah diproduksi Kemendikbud melalui Televisi Edukasi (TVE) maupun produksi dari pihak Dicontohkan sumber materi dari luar Kemendikbud, yakni Jalan Sesama untuk jenjang PAUD.

Kemudian, terkait program kebudayaan, Hilmar menjelaskan pada hari Sabtu dan Minggu, terdapat durasi tiga jam khusus untuk program-program kebudayaan, antara lain gelar wicara (talkshow), podcast, kesenian, dan magazine tentang perkembangan budaya dari seluruh Indonesia. Sedangkan pada malam hari akan ditayangkan film Indonesia pilihan dari berbagai genre seperti film anak, drama, dan dokumenter. Untuk jadwal acara program Belajar dari Rumah, masyarakat dapat melihat dan mengunduhnya di laman kemdikbud.go.id.

Ditambahkan Hilmar, Kemendikbud akan menyiapkan sekitar 720 episode untuk penayangan program Belajar dari Rumah selama 90 hari ke depan di TVRI. “Saat ini Kemendikbud sudah menyiapkan tayangan untuk dua minggu pertama, sambil memproduksi untuk tayangan di minggu-minggu berikutnya,” pungkasnya. (Anandes Langguana/Danasmoro Brahmantyo).

Unduh jadwal acara program “Belajar dari Rumah” di sini

ASB 2018: Mengembangkan Karakter dan Kompetensi Menuju Indonesia 4.0

KOMPAS.com – Dalam rangka membina siswa SMA berprestasi menjadi generasi cerdas, kompetitif dan berkarakter, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah menyelenggarakan kegiatan Apresiasi Siswa Berprestasi (ASB). Kegiatan ASB ini berlangsung tanggal 13-16 Desember 2018 di Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta dan diikuti 489 lebih siswa SMA dan SMK berprestasi nasional dan internasional di bidang sains, penelitian ilmiah, olahraga, seni budaya, bahasa, serta siswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) berprestasi dari seluruh Indonesia.

Ajang pembinaan siswa berprestasi

“Acara ini menjadi kesempatan bagi siswa berprestasi untuk bersilahturahmi, saling bertukar pengalaman dan gagasan, menambah wawasan dan gagasan serta mempertajam nilai kebangsaan,” jelas Direktur PSMA Purwadi Sutanto dalam pembukaan acara. Ia menambahkan, kegiatan ASB 2018 ini tidak hanya diisi dengan pameran hasil karya dan penelitian siswa namun juga akan diiringi dengan serangkaian acara pembinaan dari para pakar dan praktisi.

“Selain pameran hasil karya dan penelitian siswa, acara juga akan diisi dengan ragam pembinaan seperti gerakan anti korupsi dari KPK, talk show inspiratif, pelatihan design thinking dan kolaboratif, serta peluncuran buku 300 hasil karya inovasi siswa,” jelas Purwadi lebih lanjut. Ia menambahkan, selain ASB pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan Rapat Kerja Nasional Pembinaan Kesiswaan SMA untuk melakukan koordinasi dan evaluasi serta menyusun program-program di masa mendatang. “Para peserta rapat kerja ini diikuti 160 lebih peserta terdiri dari dinas pendidikan, kepala sekolah dan wakil kepala sekolah, guru BK dan BP serta guru PPKn dari seluruh provinsi,” tambahnya.

Pengembangan karakter dan kompetensi

Dalam rangka membina siswa SMA berprestasi menjadi generasi cerdas, kompetitif dan berkarakter, Kemendikbud melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah menyelenggarakan kegiatan Apresiasi Siswa Berprestasi (ASB) yang berlangsung 13-16 Desember 2018 di Jakarta.
Dalam rangka membina siswa SMA berprestasi menjadi generasi cerdas, kompetitif dan berkarakter, Kemendikbud melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah menyelenggarakan kegiatan Apresiasi Siswa Berprestasi (ASB) yang berlangsung 13-16 Desember 2018 di Jakarta.(Dok. Direktorat PSMA)

Saat membuka acara, Hamid Muhammad, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan kebangaannya atas prestasi yang telah diraih para siswa baik di tingkat nasional dan internasional.

“Kalianlah nanti yang akan meneruskan estafet kepemimpinan dan akan memimpin negara ini. Kalian akan membawa Indonesia ini ke arah yang lebih baik di masa depan,” tegasnya.

Ia mengingatkan tantangan di masa depan akan sangat berbeda dibandingkan tantangan yang ada saat ini. Untuk itu Hamid meminta kepada para siswa untuk mengembangkan 3 karakter penting yang perlu dimiliki setiap siswa.

Ketiga karakter tersebut yaitu: (1) Karakter Dasar: kejujuran dan integritas diri, (2) Karakter Pengembangan Diri: disiplin, tepat waktu, kerja keras dan pantang menyerah (3) Karakter kebangsaan: nasionalisme dan toleransi. “Kembangkan pula kemampuan literasi. Jangan mudah terprovokasi dan mudah menyebarkan hoax.

Banyak membaca dan lakukan pengecekan fakta,” tegasnya.  Ia juga mengajak para siswa berprestasi untuk terus mengembangkan kemampuan kompetensi yang dimiliki. “Kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, kemampuan berkolaborasi dan kemampuan berkomunikasi adalah 4 kompetensi yang dibutuhkan memasuki era industri 4.0,” Hamid mengingatkan.

Mendorong pertumbuhan STEM

Dalam rangka membina siswa SMA berprestasi menjadi generasi cerdas, kompetitif dan berkarakter, Kemendikbud melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah menyelenggarakan kegiatan Apresiasi Siswa Berprestasi (ASB) yang berlangsung 13-16 Desember 2018 di Jakarta.
Dalam rangka membina siswa SMA berprestasi menjadi generasi cerdas, kompetitif dan berkarakter, Kemendikbud melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah menyelenggarakan kegiatan Apresiasi Siswa Berprestasi (ASB) yang berlangsung 13-16 Desember 2018 di Jakarta.(Dok. Direktorat PSMA)

Secara khusus kepada Kompas.com, Dirjen Dikdasmen menjelaskan pentingnya mendorong dan mendampingi para siswa dalam mengembangkan STEM (Science, Technology, Engineering and Math).

“Saat di SMA jumlah perbandingan IPA dan sosial 70 banding 30, namun ketika masuk ke pendidikan tinggi hanya 28 persen memilih MIPA dan teknologi. Ini coba kita perkuat. Kita perlu mendorong anak-anak ini agar konsisten menekuni bidang sains dan teknologi ini karena hal ini akan banyak dibutuhkan di masa mendatang,” jelas Hamid.

Ia mengharapkan para peserta yang hadir dalam ajang ASB ini nantinya akan dapat menjadi sumber inspirasi bagi teman-temannya untuk ikut berprestasi secara lebih luas.

“Bayangkan jika setiap tahun kita bisa mencetak 500 siswa berprestasi tingkat internasional, hal ini akan mendorong dan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya. Anak-anak ini akan menjadi kekuatan Indonesia di masa mendatang,” tandas Hamid. Terkait roadmap menuju Indonesia 4.0 yang digagas Presiden Joko Widodo, Hamid menyampaikan pihaknya telah menyusun sejumlah strategi guna mendukung hal tersebut.

“Untuk SMA kita siapkan agar mereka memiliki kemampuan critical thinking dan juga high order thingking skills (HOTS) di antaranya lewat kemampuan dalam melakukan penelitian dan inovasi. Sedangkan SMK kita memfokuskan menyiapkan kompetensi mereka terutama dalam bidang-bidang yang dibutuhkan dalam industri 4.0 dalam 5-10 tahun ke depan,” tutup Hamid Muhammad.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “ASB 2018: Mengembangkan Karakter dan Kompetensi Menuju Indonesia 4.0”, https://edukasi.kompas.com/read/2018/12/14/07074941/asb-2018-mengembangkan-karakter-dan-kompetensi-menuju-indonesia-40.
Penulis : Yohanes Enggar Harususilo
Editor : Yohanes Enggar Harususilo